KROMATOGRAFI CAIR VAKUM PDF

Latar Belakang Alat Kromatografi adalah suatu alat umum yang digunakan untuk bermacam-macam teknik pemisahan yang didasarkan atas Kromatografi Cair Vakum partisi sampel diantara suatu fasa gerak yang bisa berupa gas ataupun cair dan fasa diam yang juga bisa berupa cairan ataupun suatu padatan. Penemu Alat Kromatografi adalah Tswett yang pada tahun , mencoba memisahkan pigmen-pigmen dari daun dengan menggunakan suatu kolom yang barisi kapur CaSO 4. Istilah kromatografi diciptakan oleh Tswett untuk melukiskan daerah-daerah yang berwarna yang bergerak kebawah kolom. Pada waktu yang hampir bersamaan, D.

Author:Vitilar Doshura
Country:Mozambique
Language:English (Spanish)
Genre:Health and Food
Published (Last):20 June 2014
Pages:276
PDF File Size:4.48 Mb
ePub File Size:4.49 Mb
ISBN:585-3-73887-347-4
Downloads:90315
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Zulular



Latar Belakang Alat Kromatografi adalah suatu alat umum yang digunakan untuk bermacam-macam teknik pemisahan yang didasarkan atas Kromatografi Cair Vakum partisi sampel diantara suatu fasa gerak yang bisa berupa gas ataupun cair dan fasa diam yang juga bisa berupa cairan ataupun suatu padatan.

Penemu Alat Kromatografi adalah Tswett yang pada tahun , mencoba memisahkan pigmen-pigmen dari daun dengan menggunakan suatu kolom yang barisi kapur CaSO 4. Istilah kromatografi diciptakan oleh Tswett untuk melukiskan daerah-daerah yang berwarna yang bergerak kebawah kolom.

Pada waktu yang hampir bersamaan, D. Day juga menggukan alat kromatografi untuk memisahkan fraksi-fraksi petroleum, namun Tswett lah yang pertama diakui sebagai penemu alat dan yang menjelaskan tentang proses kromatografi.

Penyelidikan tentang kromatografi kendor untuk beberapa tahun sampai digunakan suatu teknik dalam bentuk kromatografi padatan cair LSC. Pada tahap awal alat kromatografi cair menggunakan kolom dari gelas dengan diameter 1 sampat 5 cm dengan panjang 50 sampai cm dan phase diam berdiameter m. Hal ini jelas kurang menguntungkan, maka diusahakan cara-cara mempercepat pemisahan. Usaha tersebut adalah dengan menggunakan pompa untuk mengalirkan fase gerak, ternyata efisiensi pemisahan menjadi turun dan hal ini dapat diatasi dengan memperkecil ukuran partikel fase diam.

Sejak tahun , sudah ditemukan teknologi pembuatan partikel fase diam. Farm Kromatografi Cair Vakum memerlukan tekanan yang tinggi agar laju alir menjadi besar. Sekarang ini telah ditemukan alat kromatografi cair yang digunakan dalam kondisi vakum, sehingga lebih cepat dan evisien, alat ini disebut kromatografi vakum cair KVC. Rumusan Masalah Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk mendapatkan senyawa-senyawa metabolit sekunder melalui metode isolasi menggunakan KVC.

Maksud dan Tujuan Praktikum 1. Maksud Adapun maksud dari praktikum ini adalah mendapatkan senyawa-senyawa metabolit sekunder melalui metode isolasi menggunakan KVC. Tujuan Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk mendapatkan senyawa-senyawa metabolit sekunder melalui metode isolasi menggunakan KVC. Kondisi vakum adalah alternatif untuk mempercepat aliran fase gerak dari atas ke bawah.

Metode ini sering digunakan untuk fraksinasi awal dari suatu ekstrak non polar atau ekstrak semipolar Raymond, Farm Kromatografi Cair Vakum Kromatografi kolom cair dapat dilakukan pada tekanan atmosfer atau pada tekanan lebih besar dari atmosfer dengan menggunakan bantuan tekanan luar misalnya gas nitrogen. Untuk keberhasilan praktikan di dalam bekerja dengan menggunakan kromatografi kolom vakum cair, oleh karena itu syarat utama adalah mengetahui gambaran pemisahan cuplikan pada kromatografi lapis tipis Harris, Kromatografi vakum cair dilakukan untuk memisahkan golongan senyawa metabolit sekunder secara kasar dengan menggunakan silika gel sebagai absorben dan berbagai perbandingan pelarut n-heksana:etil dan asetat:metanol elusi gradien dengan menggunakan pompa vakum untuk memudahkan penarikan eluen Helfman, Kromatografi merupakan salah satu metode pemisahan komponen-komponen campuran dimana cuplikan berkesetimbangan di antara dua fasa, fasa gerak yang membawa cuplikan dan fasa diam yang menahan cuplikan secara selektif.

Bila fasa gerak berupa gas, disebut kromatografi gas, dan sebaliknya kalau fasa gerak berupa zat cair, disebut kromatografi cair Hendayana, Farm Kromatografi Cair Vakum dituangkan ke permukaan penjerap lalu divakumkan lagi.

Kolom dipisah sampai kering dan sekarang siap dipakai Hostettman, Kromatografi ialah cara pemisahan berdasarkan perbedaan kecepatan zat-zat terlarut yang bergerak bersama-sama dengan pelarutnya pada permukaan suatu benda penyerap. Kromatografi vakum cair merupakan salah satu jenis dari kromatografi kolom. Kromatografi kolom merupakan suatu metode pemisahan campuran larutan dengan perbandingan pelarut dan kerapatan dengan menggunakan bahan kolom. Kromatografi kolom lazim digunakan untuk pemisahan dan pemurnian senyawa Schill, Alat dan Bahan 1.

Alat Adapun alat yang digunakan dalam percobaan yaitu seperangkat alat KVC, erlenmeyer, batang pengaduk. Bahan Adapun bahan yang digunakan dalam percobaan yaitu silika gel, n-heksana, etil asetat, metanol, fraksi daun pulai Alstonia folium dan tissue. Prosedur Kerja a. Farm Kromatografi Cair Vakum b. Kolom kromatografi dikemas kering dengan penjerap silika geldalam keadaan vakum agar diperoleh kerapatan kemasan maksimum. Vakum dihentikan, pelarut yang kepolarannya rendah n-heksana dituangkan ke permukaan penjerap lalu divakumkan lagi.

Sampel dilarutkan dalam pelarut yang cocok, dimasukkan langsung pada bagian atas kolom dan dihisap perlahan-lahan ke dalam kemasan dengan mengvakumkannya. Kolom dielusi dengan campuran pelarut yang cocok, mulai dengan pelarut yang kepolarannya rendah n-heksana lalu kepolaran ditingkatkan perlahan-lahan dengan cara elusi gradien antara n- heksana:etil, kolom dihisap sampai kering pada setiap pengumpulan fraksi.

Setiap perbandingan eluen ditampung di dalam wadah yang sama. Farm Kromatografi Cair Vakum B. Perbedaan dari kedua kromatografi ini yaitu pada proses kromatografi gas itu menggunakan gaya grafitasi untuk menarik sampel artinya sampel akan keluar dengan sendirinya atau tanpa paksaan.

Sedangkan kromatografi vakum cair sampel itu dipaksa atau dihisap dengan menggunakan silang dan tanpa tekanan dalam kondisi vakum. Pada KVC, fase diamnya menggunakan silika gel yang diletakkan di dalam kolom kromatografi.

Pada mulanya silika gel masih belum aktif, dan untuk mengaktifkannya sebaiknya setelah dicampurkan dengan n- heksana lalu dipanaskan pada suhu diatas 45 oC. Namun, pada percobaan ini tidak dilakukan pemanasan. Farm Kromatografi Cair Vakum gel yaitu proses basah dan proses kering. Proses basah yaitu silika gel ditambahkan dengan n-heksana hingga berbentuk seperti bubur, lalu dituangkan kedalam kolom, dan dihisap pelarutnya dengan mesin vakum, dan dihentikan sampai panjang kolom sesuai dengan yang diinginkan, maka diperoleh silika gel yang padat pada kolom.

Yang kedua proses kering yaitu memasukkan silika gel yang dalam bentuk padat langsung kekolom lalu dipadatkan. Pada percobaan ini, pembuatan kolom dengan silika gel dilakukan dengan cara proses basah. Pada saat silika gel dicampurkan dengan n-heksana terlihat bahwa kedua senyawa ini tidak bercampur, hal ini dikarenakan n-heksana dan silika gel berbeda kepolarannya, yaitu n-heksana merupakan non polar dan silika gel polar.

Adapun KVC ini merupakan pemisahan fraksi berdasarkan pelarutnya. Untuk meningkatkan kepolaran pelarut dilakukan perbandingan campuran pelarut, pada mulanya pelarut non polar dicampur dengan pelarut semi polar dengan perbandingan tertentu, dan sampai nanti pelarut semipolar dicampur dengan pelarut polar dengan perbandingan tertentu. Sampel atau fraksi yang turun itu sesuai dengan kepolaran pelarut yang digunakan.

Farm Kromatografi Cair Vakum pelarut n-heksana. Sebelum fraksi itu diturunkan, kita akan melihat pita- pita warna pada kolom kromatografi. Dari percobaan ini didapatkan bahwa jumlah fraksi yang terbentuk adalah 11 fraksi, kemudian fraksi tersebut di tampung dalam botol UC dan ditutup menggunakan aluminium foil. Kesimpulan Dari percobaan ini dapatlah disimpulkan bahwa jumlah fraksi yang terbentuk adalah 11 fraksi B.

Saran Sebaiknya kerja sama antar praktikan lebih ditingkatkan lagi agar praktikum berjalan lancar dan selesai tepat waktu. Heftmann, E. Fundamentals and Aplication: Amsterdam. Hendayana, Sumar, dkk. Hostettmenn, K, dkk. ITB: Bandung. Kennedy, John. Sounders College Publishin: New York. Raymond G. Reid and Satyajit D. Humana Press Inc. Totowa: New Jersey. Swedish PhasmaCentrical Press: Stockholm. Farm Related Papers.

6SE6440 2UD17 5AA1 PDF

KROMATOGRAFI CAIR VAKUM PDF

Latar Belakang Ada beberapa metode sederhana yang dapat dilakukan untuk mengambil komponen berkhasiat ini, diantaranya dengan melakukan isolasi komponen kimia pada suatu sampel tanaman. Isolasi adalah pemisahan komponen kimia yang terdapat dalam suatu ekstrak. Pemisahan ini didasarkan pada sifat asorbsi dan partisi dari senyawa yang dipisahkan terhadap adsorben dan cairan pengelusi yang digunakan. Proses isolasi banyak biasanya dilakukan dengan cara kromatografi. Kromatografi adalah sebuah teknik analisis yang dilakukan untuk memisahkan sebuah campuran atau persenyawaan kimia. Jenis kromatografi yang digunakan pada praktikum ini adalah kromatografi kolom yang digunakan untuk memisahkan senyawa dalam jumlah yang lebih banyak. Prinsipnya yaitu adsorbsi dan partisi yang dipercepat bantuan pompa vakum.

DAWKINS UNWEAVING THE RAINBOW PDF

Kromatografi

JoJodal What is your opinion about love? But, how if your total calories exceed your kromatogrrafi Pemilihan pelarut juga sama seperti pada umumnya. Every person in a prospective relationship must open their heart each other. They need to be helped by using medicine.

AUTOBIOGRAFIJA BRANISLAVA NUSICA PDF

Biaya yang digunakan murah dan memakai peralatan paling dasar. Kertas merupakan selulosa murni yang memiliki afinitas terhadap air atau pelarut polar lainnya. Bila air diadsorbsikan pada kertas, maka akan membentuk lapisan tipis yang dapat dianggap analog dengan kolom. Lembaran kertas berperan sebagai penyangga dan air bertindak sebagai fase diam yang terserap di antara struktur pori kertas. Cairan fase bergerak yang biasanya berupa campuran dari pelarut organik dan air, akan mengalir membawa noda cuplikan yang didepositkan pada kertas dengan kecepatan yang berbeda. Pemisahan terjadi berdasarkan partisi masing-masing komponen di antara fase diam dan fase bergeraknya.

Related Articles