KLASIFIKASI ANGSANA PDF

Spesies: Pterocarpus indicus Anonimus, Deskripsi: Pohon m, tajuk bulat. Batang silindris, kulit luar abu-abu kecokelatan, beralur dangkal, berlentisel. Daun majemuk meyirip gasal, berseling; anak daun , tangkai anak daun mm; helain anak daun berbentuk bulat telur memanjang, meruncing, tumpul, mengkilat, pangkal membulat, bagian tepi rata; permukaan atas daun hijau berkilau, gundul; ibu tulang daun berbulu padat, pendek; tulang daun sekunder menyirip berjumlah pasang; tulang daun tersier agak kabur, berbentuk jala; daun penumpu cm. Bunga majemuk, berbentuk tandan; bunga kelamin 2, bertangkai pendek 0, mm; berkelopak 5, berbentuk lonceng atau tabung; mahkota 5, bebas, berbentuk daun kupu-kupu; benang sari 10, bertaut dalam berbentuk tabung; putik 1 unit daun buah; bakal buah berambut lebat, bertangkai pendek, beruang 1; bakal biji Steenis, Kandungan kimia Daunnya mengandung loliolide 1 dan paniculatadiol 2.

Author:Tull Tagul
Country:Bosnia & Herzegovina
Language:English (Spanish)
Genre:Education
Published (Last):26 January 2004
Pages:449
PDF File Size:14.94 Mb
ePub File Size:14.97 Mb
ISBN:171-4-54483-339-5
Downloads:4930
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Dairisar



Spesies: Pterocarpus indicus Anonimus, Deskripsi: Pohon m, tajuk bulat. Batang silindris, kulit luar abu-abu kecokelatan, beralur dangkal, berlentisel. Daun majemuk meyirip gasal, berseling; anak daun , tangkai anak daun mm; helain anak daun berbentuk bulat telur memanjang, meruncing, tumpul, mengkilat, pangkal membulat, bagian tepi rata; permukaan atas daun hijau berkilau, gundul; ibu tulang daun berbulu padat, pendek; tulang daun sekunder menyirip berjumlah pasang; tulang daun tersier agak kabur, berbentuk jala; daun penumpu cm.

Bunga majemuk, berbentuk tandan; bunga kelamin 2, bertangkai pendek 0, mm; berkelopak 5, berbentuk lonceng atau tabung; mahkota 5, bebas, berbentuk daun kupu-kupu; benang sari 10, bertaut dalam berbentuk tabung; putik 1 unit daun buah; bakal buah berambut lebat, bertangkai pendek, beruang 1; bakal biji Steenis, Kandungan kimia Daunnya mengandung loliolide 1 dan paniculatadiol 2.

Sementara bunganya mengandung lupeol 3 dan phytol esters 4. Pada penelitian kayu teras Pterocarpus indicus ditemukan adanya formononetin, isoliquiritigenin, - -p-hydroxyhydratropic acid, dan 2-arylbenzofuran.

Angolensin dan pterocarpin yang ditemukan pada penelitian sebelumnya juga berhasil diisolasi. Bila butuh tambahkan 10 gram gips pada beningan, didiamkan beberapa saat, lalu disaring dan diambil bagian beningnya. Diminum seperti kebiasaan minum teh. Kayu yang disebut penduduk Timor Barat dengan nama matani itu lebih disukai daripada kayu kabesak Acocio leucophloeo karena daya tahannya yang baik.

Anonimus, Di Jakarta dan Yogyakarta, angsana mudah ditemui di pinggiran jalan utama yang luas sebagal pohon peneduh. Seduhan daunnya dapat digunakan sebagai sampo. Di Kalimantan, getahnya yang berwarna merah-kino dijadikan pewarna tekstil ataupun keranjang agar berwarna kemerahan. Kino berperan seperti tanin sehingga kerap digunakan sebagai pengkelat untuk penderita diare kronis, leukorrhea keputihan , blenorrhea kelebihan lendir , dan hemoroid wasir. Secara tradisional, penduduk di Kampung Naga, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, menggunakan getahnya untuk mengobati sakit gigi.

Getah daun tanaman yang dikenal penduduk lokal dengan makari itu dimanfaatkan penduduk Timor Timur untuk mengatasi luka ringan pada bagian mulut dengan cara aplikasi di bagian luar. Penduduk Manokwari, Papua, memanfaatkan kulit kayunya untuk mengobati disentri. Pengobat tradisional di Desa Sukajadi, Tamansari, Bogor, Jawa Barat, menggunakan daun, getah, dan kulit kayunya untuk obat. Penyakit yang diatasi yaitu demam, sakit gigi, disentri, dan sakit paru-paru.

Caranya dengan menghancurkan bagian tanaman atau meremas baik ditambahkan dengan air atau tidak dan tidak melalui proses pemanasan. Aplikasi pada penyakit tersebut dilakukan dengan cara meminum langsung dan dioleskan pada bagian luar tubuh. Misalnya, untuk sakit gigi, ramuan terdiri dari 3 tetes air perasan daun angsana, 1 bagian akar Solanum torvum, dan 3 lembar daun cabai Copsicum onnum yang ditumbuk kemudian dioleskan sebagai obat luar. Di Distrik Buin dan Siwai, Papua Nugini, angsana digunakan untuk mengatasi masalah penyakit mata termasuk infeksi mata, blepharitis — peradangan atau infeksi pada kelopak mata yang ditandai dengan pembengkakan dan juga butiran-butiran seperti pasir di kelopak mata, stye — infeksi kelenjar di tepi atau di bawah kelopak mata, dan kalazion — inflamasi granulomatosa kelenjar meibomian di kelopak mata atas atau bawah yang ditandai dengan pembengkakan setempat dan biasanya berkembang lambat selama beberapa minggu.

Selain itu, di Buin, angsana juga digunakan untuk mengatasi anemia, luka luar, sakit kuning, dan merangsang kelahiran.

Di Kepulauan Vanuatu daun angsana dimanfaatkan untuk mengatasi amenorrhea — suatu kondisi tidak terjadinya haid menstruasi pada masa pubertas maupun dewasa. Amenorrhea merupakan gejala yang mendasari suatu penyakit. Caranya dengan merebus segenggam penuh daun dalam air kemudian dibiarkan hingga dingin lalu diminum sehari sekali. Sementara itu perut dikompres dengan daun angsana hangat yang sebelumnya dipanaskan.

Daun angsana juga digunakan sebagai perangsang menstruasi pertama setelah melahirkan. Penduduk Vanuatu mengolah daun menjadi teh dan meminumnya ketika dingin setiap hari sampai muncul menstruasi. Daunnya yang dipanaskan juga dikompres pada pusar dan diaplikasikan bersamaan dengan minum teh.

Untuk merangsang sterilisasi alias berfungsi sebagai kontrasepsi, ranting muda angsana sebanyak cm dan ranting muda Casuarina equisetifolio dalam jumlah yang sama dikunyah selama lima hari. Airnya ditelan sedangkan ampasnya dibuang. Di Filipina, khususnya di wilayah Tigbauan, lloilo, angsana digunakan untuk mengobati penyakit kulit. Namun, tidak dijelaskan secara spesifik dalam jurnal penyakit kulit seperti apa yang dimaksud. Masih di Filipina, penelitian yang dilakukan pada suku Fligaonon di Rogongon, lligan City, Mindanao, menyebutkan tagok digunakan untuk mengatasi gusi bengkak dengan cara melukai kulit kayu kemudian mengambil getahnya.

Getah itulah yang dioleskan langsung pada gusi yang bengkak. Penelitian tanaman obat di Research Institutes of South-west Nigeria, Nigeria menyebut penggunaan angsana untuk filariasis—penyakit kaki gajah. Dekoksi juga dapat dibuat dengan menggiling kulit kayu angsana dengan kulit batang dadap ayam Erythrina variegata. Setelah ditambah air, ramuan diminum. Tes antimikrobial pada campuran 1 dan 2 mengindikasikan aktivitas tingkat sedang melawan Candida albicans — penyebab keputihan dan infeksi lain pada kulit, mukosa, dan organ dalam manusia, aktivitas tingkat rendah melawan Pseudomonas aeruginosa-bakteri gram negatif yang menyebabkan penyakit pada hewan dan manusia antara lain penyakit pneumonia dan meningitis, Escherichia coli — bakteri gram negatif antara lain menyebabkan kolera dan diare — dan Aspergillus niger — salah satu jamur yang tumbuh pada makanan basi.

Ekstrak tidak aktif melawan Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis, dan Trichophyton mentagrophytes. Antibakteri: Daun, akar, dan kulit batang Pterocarpus indicus dipartisi dengan bensin, diklorometan, etil asetat, butanol, dan metanol.

Semua fraksi menunjukkan aktivitas antibakteri spektrum luas. Aktivitas yang paling nyata terlihat pada fraksi butanol dan metanol Anonimus, Daftar Pustaka: Anonimus. Mengenal Pohon Angsana dan Berbagai Khasiatnya. Flora: Untuk sekolah di Indonesia. Pradanya Paramita, Jakarta. Bagikan ini:.

HUBBELL RE4 PDF

Angsana: Deskripsi, Klasifikasi dan Manfaat Tanaman Angsana

Pengenalan[ sunting sunting sumber ] Pohon angsana Pohon , yang kadang-kadang menjadi raksasa rimba, tinggi hingga 40 m dan gemang mencapai cm. Tajuk lebat serupa kubah, dengan cabang-cabang yang merunduk hingga dekat tanah. Pepagan kulit kayu abu-abu kecoklatan, memecah atau serupa sisik halus, mengeluarkan getah bening kemerahan apabila dilukai. Bunga berkelamin ganda, berwarna kuning dan berbau harum semerbak, berbilangan Kelopak serupa lonceng , berdiameter 6 mm , dua taju teratas lebih besar dan kadang-kadang menyatu.

FILO TARDIGRADA PDF

Klasifikasi Pohon Angsana

Morfologi tanaman angasana dapat dilihat berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki, yaitu: 1. Batang Pohon ini memiliki ketinggian hingga 40 m dan gemangnya mencapai cm, bertajuk bulat, batang berbentuk silindris, kulit bagian luar berawarna bau-abu kecokelatan, beralur dangkal dan berlentisel. Daun Daun tanaman ini adalah daun majemuk dengan menyirip gasal, berseling, anak daun terdirdi dari daun anakan, tangkai anak daun berukuran mm, helaian anak daun berbentuk bulat memanjang, meruncing tumpul, mengkilat, pangkal membulat, bagian tepi rata, permukaan atas daun berwarna hijau berkilau, ibu tulang daun berbulu padat, pendek, tuang daun sekunder menyirip berjumlah pasang, tulang daun tersieer agak kabur , berbentuk jala dan daun penumpu berukuran cm. Bunga Bunga tanaman ini adalah bunga majemuk bertandan, yang terletak dibagain ujung ranting atau muncul dari ketiak daun, sedikit atau tidak bercabang, berambut coklat, berbunga banyak, panjang bunga cm, panjang tangkai anak bunga 0,,5 cm, bau bunga sangat harum. Kelopak bunga berbentuk lonceng atau tabung, bergigi 5, tingginya lebih kurang 7 mm. Buah Buah tanaman ini adalah polong, berbentuk bulat, berwarna coklat muda, berdiameter cm, diselimuti oleh sayap yang berukuran ,5 cm, berdiameter cm dan tebal mm.

AS TREVAS E OUTROS POEMAS DE LORD BYRON PDF

KLASIFIKASI ANGSANA PDF

Reichenbach , Angsa adalah burung air berukuran besar dari genus Cygnus famili Anatidae. Bebek dan Angsa berleher pendek juga terdapat di famili Anatidae. Angsa bersama angsa berleher pendek masuk ke dalam subfamili Anserinae namun Angsa memiliki suku sendiri, yaitu suku Cygnini. Terdapat tujuh spesies dalam genus Cygnus. Angsa adalah anggota terbesar dari famili Anatidae, dan merupakan salah satu burung air terbesar yang dapat terbang. Spesies terbesar dari angsa, yaitu Angsa Putih , Angsa Trompet , dan Angsa Whooper dapat mencapai panjang 60 inci dan berat 50 pound.

ITEXTSHARP FDF PDF

.

Related Articles