ASKEP DECOMP GAGAL JANTUNG PDF

Latar Belakang Jantung adalah organ sistem Cardiovaskuler yang mempunyai tugas memompakan dan mengatur aliran darah ke seluruh tubuh dan darah merupakan alat pernafasan sel, sehingga apabila ada gangguan pada jantung akan menyebabkan ketidaklancaran suplai oksigen dan zat makanan ke dalam sel, bila keadaan ini terus berlangsung lama akan menyebabkan kematian dari sel atau jaringan. Gangguan atau penyakit pada sistem cardiovaskuler baik yang disebabkan bawaan, infeksi maupun pola hidup yang salah seperti merokok, stress, kebiasaan makan tinggi lemak, garam, minuman beralkohol dan lain-lain, dapat dialami oleh berbagai tingkat usia baik laki-laki maupun perempuan. Salah satu gangguan pada sistem cardiovaskuler adalah decompensatio cordis atau gagal jantung. Gagal jantung adalah suatu keadaan patofisologis berupa kelainan fungsi jantung sehingga jantung tidak mampu memompa darah untuk memenuhi kebutuhan metabolisme jaringan dan atau kemampuannya hanya ada kalau disertai peninggian volume diastolik secara abnormal Arif Mansjoer dkk, Gagal jantung ini berdampak gangguan terhadap sistem lain pada tubuh, kehidupan sehari-hari dan menyebabkan kematian apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat, oleh karena itu perlu perawatan yang optimal dan komprehensif melalui pendekatan proses keperawatan agar mutu pelayanan yang diberikan meningkat dan dapat mengurangi komplikasi, resiko kambuh ulang dan menurunkan angka kematian yang disebabkan penyakit decompensatio cordis.

Author:Tolabar Nejinn
Country:Congo
Language:English (Spanish)
Genre:History
Published (Last):28 January 2016
Pages:133
PDF File Size:20.25 Mb
ePub File Size:9.5 Mb
ISBN:845-7-76567-623-1
Downloads:18393
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Nebar



Kelainan Otot Jantung Gagal jantung paling sering terjadi pada penderita kelainan otot jantung, yang berdampak pada menurunnya kontraktilitas jantung. Kondisi yang mendasari penyebab kelainan fungsi otot mencakup aterosklerosis koroner, hipertensi atterial, dan penyakit otot degenerative atau inflamasi.

Aterosklerosis Koroner Kelainan ini mengakibatkan disfungsi miokardium karena terganggunya aliran darah ke otot jantung. Terjadinya hipoksia dan asidosis akibat penumpukan asam laktat. Infark miokardium biasanya mendahului terjadinya gagal ginjal.

Hipertensi Sistemik atau Hipertensi Pulmonal Gangguan ini menyebabkan meningkatnya beban kerja jantung dan pada giliriannya juga turut mengakibatkan hipertrofi serabut otot jantung.

Efek tersebut dapat dianggap sebagai mekanisme kompensasi, karena akan meningkatkan kontraktilitas jantung. Peradangan dan Penyakit Miokardium Degeneratif Gangguan kesehatan ini berhubungan dengan gagal jantung karena kondisi ini secara langsung dapat merusak serabut jantung dan menyebabkan kontraktilitas menurun.

Penyakit Jantung yang Lain Gagal jantung dapat terjadi sebagai akibat penyakit jantung yang sebenarnya tidak secara langsung mempengaruhi organ jantung. Mekanisme yang biasanya terlibat mencakup gangguan aliran darah melalui jantung misalnya stenosis katup semiluner serta ketidakmampuan jantung untuk mengisi darah misalnya temponade pericardium, perikarditas, konstriktif, atau stenosis katup siensi katup AV.

Namun, manifestasi tersebut dapat digambarkan sebagai berikut: 1. Meningkatnya volume intravaskuler. Kongestif jaringan akibat tekanan arteri dan vena meningkat. Edema paru akibat peningkatan tekanan vena pulmonalis, sehingga cairan mengalir dari kapiler paru ke alveoli, yang dimanifestasikan dengan batuk dan napas pendek. Edema perifer umum dan penambahan berat badan akibat tekan sistemik. Turunnya curah jantung akibat darah tidak dapat mencapai jaringan dan organ.

Tekanan perfusi ginjal menurun sehingga mengakibatkan pelepasan renin dari ginjal, yang pada gilirannya akan menyebabkan sekresi aldostoron, retensi natrium, dan cairan, serta peningkatan volume intravaskuler. Tempat kongestif tergantung dari ventrikel yang terlibat, misalnya disfungsi ventrikel kiri atau gagal jantung kiri. Shock Kardiogenik Shock Kardiogenik ditandai dengan adanya gangguan fungsi ventrikel kiri.

Dampaknya adalah terjadi gangguan berat pada perfusi jaringan dan penghantaran oksigen ke jaringan. Gejala ini merupakan gejala yang khas terjadi pada kasus Shock Kardiogenik yang disebabkan oleh infark miokardium akut. Edema paru — paru Edema paru terjadi dengan cara yang sama seperti edema yang muncul dibagian tubuh mana saja, termasuk factor apapun yang menyebabkan cairan interstitial paru-paru meningkat dari batas negatif menjadi batas positif. Penyebab kelainan paru-paru yang paling umum adalah: a.

Gagal jantung sisis kiri penyakit katub mitral yang mengakibatkan peningkatan tekanan kapiler paru-paru,sehimgga membanjiri ruang intersisisal dan alveoli. Kerusakan pada membrane kapiler paru-paru yang disebabkan oleh infeksi seperti pneumonia atau terhirupnya bahan-bahan berbahaya misalnya gas klorin atau gas sulfur dioksida. Pemeriksaan oksigen Pemberian oksigen sangat dibutuhkan ,terutama pada pasien gagal jantung yang disertai edema paru.

Terapi Nitrat dan Vasodilator. Penggunaan nitratbaik secara akut maupun kronis,dalam penatalaksanaan gagal jantung telah banyak mendapat dukungan dari para pakar kesehatan,dengan menyababkan vasodilator perifer,jantung di unloaded penurunan afterload ,pada peningkatan curah jantung lanjut,penurunan pulmonary artery wedge pressure pengukuran derajat kongesif dan beratnya gagal ventrikel kiri ,serta penurunan pada konsumsi oksigen miokard.

Diuretik Selain tirah baring bed rest ,pembatasan garam dan air serta diuretic baik oral maupun parenteral akan menurunkan preload dan kerja jantung.

AT TARGHEEB WAT TARHEEB URDU PDF

ASKEP LAPORAN PENDAHULUAN (LP) CHF / GAGAL JANTUNG / DECOMP CORDIS

Latar Belakang Masalah Jantung merupakan struktur kompleks yang terdiri dari jaringan fibrosa, otot jantung dan jantung konduksi listrik. Jantung mempunyai fungsi utama untuk memompakan darah. Hal ini dapat dilakukan dengan baik bila kemampuan otot jantung untuk memompakan cukup baik, serta irama pemompaan yang baik. Bila ditemukan kenormalan pada salah satu diatas maka akan mempengaruhi efisiensi pemompaan dan kemungkinan dapat menyebabkan kegagalan memompaan Ethel, Gagal jantung secara progresif akan menyebabkan curah jantung Cardiac output menurun dan mengakibatkan kegagalan sirkulasi badan ini akan bermanifestasi sebagai keluhan dan tanda-tanda symptoms and signs gagal jantung dan dikenal sebagai sindrom gagal jantung.

INDOMETACINA POLIHIDRAMNIOS PDF

ASKEP DECOMP GAGAL JANTUNG PDF

Decompensasi Cordis A. Pengertian Decompensasi cordis adalah kegagalan jantung dalam upaya untuk mempertahankan peredaran darah sesuai dengan kebutuhan tubuh. Ahmad ramali. Etiologi Mekanisme fisiologis yang menyebabkan timbulnya dekompensasi kordis adalah keadaan-keadaan yang meningkatkan beban awal, beban akhir atau yang menurunkan kontraktilitas miokardium. Keadaan yang meningkatkan beban awal seperti regurgitasi aorta, dan cacat septum ventrikel. Beban akhir meningkat pada keadaan dimana terjadi stenosis aorta atau hipertensi sistemik.

DATASHEET 2N3773 PDF

Kondisi umum yang mendasari termasuk aterosklerosis, hipertensi atrial, dan penyakit inflamasi atau degeneratif otot jantung. Sejumlah faktor sistemik dapat menunjang perkembangan dan keparahan dari gagal jantung. Peningkatan laju metabolic misalnya: demam, koma, tiroktoksikosis , hipoksia dan anemia membutuhkan suatu peningkatan curah jantung untuk memenuhi kebutuhan oksigen B. Hal yg mendasari penyebab kelainan fungsi otot mencakup atero sclerosis koroner, hipertensi arterial dan degeneratif atau inflamasi. Penyakit arteri koroner yang menimbulkan infark miokard dan tidak berfungsinya miokardium kardiomiopati iskemik karena terganggunya aliran darah keotot jantung. Terjadi hipoksia dan asidosis akibat penumpukan as. Infark miokard biasanya mendahului terjadinya gagal jantung.

DA 1351-2 PDF

Kelainan Otot Jantung Gagal jantung paling sering terjadi pada penderita kelainan otot jantung, yang berdampak pada menurunnya kontraktilitas jantung. Kondisi yang mendasari penyebab kelainan fungsi otot mencakup aterosklerosis koroner, hipertensi atterial, dan penyakit otot degenerative atau inflamasi. Aterosklerosis Koroner Kelainan ini mengakibatkan disfungsi miokardium karena terganggunya aliran darah ke otot jantung. Terjadinya hipoksia dan asidosis akibat penumpukan asam laktat. Infark miokardium biasanya mendahului terjadinya gagal ginjal. Hipertensi Sistemik atau Hipertensi Pulmonal Gangguan ini menyebabkan meningkatnya beban kerja jantung dan pada giliriannya juga turut mengakibatkan hipertrofi serabut otot jantung. Efek tersebut dapat dianggap sebagai mekanisme kompensasi, karena akan meningkatkan kontraktilitas jantung.

Related Articles